Nur Hilmi Daulay

Nur Hilmi Daulay Lahir di Medan, 11 mei 1984. Mengajar di Yayasan Perguruan Panca Budi Medan...

Selengkapnya
Hidup ini Keras,  Nak!

Hidup ini Keras, Nak!

Hidup ini keras, Nak!

Itulah kenapa ayah dan ibu selalu mengingatkanmu belajar sungguh-sungguh,

Agar besok bisa kau patahkan kata-kata para pembangkang, bisa kau beri analogi ilmiah yang bijak hingga hipotesa-hipotesa yang teruji kebenarannya, agar mata mereka terbuka pada kebenaran yang sedari kecil kau gali dalam-dalam penuh kesungguhan

Jika tidak,

Kau hanya akan jadi umpan si licik demi memuluskan akal bulusnya, jadi korban si pintar yang tak ada nuraninya atau jadi penonton hingar-bingar dunia saja, hanya sekedar dihitung dalam genap dan ganjil. Tanpa andil.

Hidup ini keras, Nak!

Itulah kenapa ayah dan ibu selalu mengajakmu belajar sungguh-sungguh. Agar esok dan lusa kau bisa menjadi lebih baik dari kami. Kau harus lebih dari cukup secara materi. Agar lebih banyak yang bisa kau tolong. Sebab, pasti kurang sempura rasanya hanya menyumbang dengan doa.

Jika tidak, akan kau rasa ada saudara yang menjauh karena kau tak punya apa-apa. Atau kau sungkan jika tamumu datang kau tak bisa menyuguhkan apa-apa, atau ke rumahnya tapi kau tak mampu membeli apa-apa sebagai oleh-oleh baginya. Kata orang, akan banyak yang mengaku saudara kalau kau mampu.

Bersedekahlah walau tak mampu,

Lebih banyak bersedekah akan membuat hidup lebih tenang dan berarti, sayang..

Hidup ini keras, Nak!

Jika hari ini saja sudah ada berita ayah membunuh anaknya atau anak membunuh ibunya, narkoba, pelecehan seksual, menista agama, korupsi tapi masih tebar senyum sana sini, dan yang lainnya. Sungguh, sesuatu tentang akhlak dan moral sangat mengerikan jika tidak diajarkan sungguh-sungguh.

Maka jika ayah dan ibu tegas mengingatkanmu untuk selalu berkata jujur, tidak mengambil hak orang lain, tidak membully, menghormati dan hal lainnya. Agar esok atau lusa, kau bisa menjaga diri dan keluargamu dari api neraka.

Hidup ini keras, Nak!

Kita harus belajar

Melalui semua proses dengan sabar,

Agar jadi terpelajar,

Bisa membedakan salah dan benar,

Lalu memilih untuk menjalankan atau meninggalkannya tanpa ragu dan gentar,

Menjalani hidup hakiki,

Penuh arti.

Tak lupa memohon petunjukNya sepenuh hati.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sungguh tulisan yang sangat luar biasa, nasihat terbaik untuk seorang anak atas kerasnya kehidupan dunia. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

07 Dec
Balas

Terima kasih Pak.. Amin ya Rabb.. Doa yg sama untuk kita semua..

07 Dec

Hidup ini keras nak. Karena itu siapkan bekalmu, agar kau bisa bertahan dalam hidup. Bekal yang hakiki adalah ahlak dan ilmu. Jadilah anak yang menjunjung tinggi ahlak mulia dan memiliki talenta. Hidup ini keras nak, bukan tulisan biasa. Memotivasi dan menginspirasi. Semoga anak-anak kita menyadari bahwa hidup ini memang keras sehingga ia perlu mempersiapkan bekal di diri. Luar biasa, bu guru Hilmi. Teruslah menginspirasi anak negeri. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bu guru.

07 Dec
Balas

Iya bu.. Terima kasih banyak.. Smga dengan tulisan kita saling memotivasi.. Ibu syg.. :-)

07 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali